MyCapital Analyze
Language:ENZHHIESARFRBNPTRUDEJAIDKO
Apps & Games · Store Listing Summary

NetEase Lepas Grasshopper Manufacture

NetEase resmi melepas Grasshopper Manufacture dan sejumlah studio Jepang lain yang dibangun sejak 2020. Langkah ini menandai berakhirnya era investasi studio bentukan eksekutif Jepang, sementara bisnis penerbitan dan operasi game NetEase di Jepang tetap berjalan normal.

Sumber: GameLook

Di halaman ini

NetEase dan Grasshopper Manufacture Berpisah

Pada 30 September, CEO Grasshopper Manufacture(草蜢)Goichi Suda mengumumkan bahwa studionya resmi lepas dari NetEase Games per 1 Oktober melalui kesepakatan damai. Studio yang berbasis di Tokyo itu kembali menjadi pengembang independen.

Langkah ini menjadi bagian dari gelombang divestasi NetEase atas studio-studio Jepang yang mereka bangun sejak 2020. Sumber GameLook menyebut ketegangan hubungan Tiongkok-Jepang turut memengaruhi timing, meski bisnis penerbitan dan operasi NetEase di Jepang tidak terdampak.

Mengapa Ini Penting

Grasshopper adalah studio ternama pertama yang diakuisisi NetEase di Jepang. Didirikan Goichi Suda pada Maret 1998, studio ini punya sejarah 28 tahun dengan karya seperti No More Heroes, Killer7, dan Lollipop Chainsaw. NetEase mengakuisisi Grasshopper dari Gung Ho pada Oktober 2021, dengan target sepuluh tahun menghasilkan tiga judul orisinal skala besar.

Selama lima tahun, NetEase menyediakan dana dan sumber daya teknis, sementara Grasshopper mempertahankan kebebasan kreatif. Hasilnya dua judul: remake Shadows of the Damned: Hella Remastered (2024) dan Romeo is a Dead Man yang rilis 10 Februari 2026. Sayangnya, Romeo is a Dead Man sebagai satu-satunya karya orisinal baru kurang laku, dengan estimasi VGI hanya sekitar 50 ribu unit di Steam.

Pola serupa terlihat di studio lain. Ouka Studio ditutup setelah merilis Mana Phantom bersama Square Enix pada 29 Agustus 2024. Nagoshi Studio, yang dipimpin kreator Yakuza Toshihiro Nagoshi, bubar pada awal Oktober 2026 setelah NetEase menarik dana sejak Mei. Pin Cool beralih ke Initiate Games dan merilis Prrido Prizner pada 24 Desember 2025. Studio Flare dan Studio AuKnow juga lepas, sementara GPTRACK50 tetap di bawah NetEase dengan judul Fool's Immortal yang dijadwalkan rilis 21 Oktober di PS5 dan PC.

Lihat di toko

Apa yang Perlu Dicermati

Setelah lepas dari NetEase, Grasshopper belum mengumumkan investor atau mitra penerbitan baru. Goichi Suda menargetkan perayaan 30 tahun studio pada 2028, dengan tim sekitar 40 orang dan adaptasi film Lollipop Chainsaw dalam pengerjaan.

Di sisi lain, bisnis NetEase di Jepang tetap solid. Game mobile seperti Identity V dan JX3 masih konsisten di jajaran teratas tangga penjualan Jepang. Judul Infinite yang dijadwalkan rilis global 15 Januari 2027 juga menunjukkan antisipasi tinggi, dengan PV terbarunya menembus 2,93 juta penayangan di akun resmi Jepang.

Yang menarik, kasus Grasshopper berbeda dari Hideo Kojima yang beralih ke Xbox setelah Sony menghentikan pendanaan Physint pada September 2026. Kojima langsung mendapat penerbit baru, sementara Grasshopper harus mencari jalannya sendiri. Pertanyaannya kini: apakah studio berusia hampir tiga dekade ini mampu bertahan tanpa dukungan dana besar, atau justru menemukan momentum baru sebagai entitas independen.